Kategori
Uncategorized

Insecure Itu Hasil Dosa

Kita pikir harus selalu orang miskin yang insecure, sebab uang mereka pas-pasan, sedang keperluan hidupnya terus meningkat. Tiap tahun pastinya pusing bayar sewa, belum lagi harga-harga naik, apalagi kalau sudah sakit, atau pas kenaikan kelas. Ada banyak yang dikhawatirkan

Ternyata tidak harus melulu begitu. Orang miskin bisa jadi lebih tenang, dan orang yang jauh lebih kaya bisa jadi lebih insecure. Karena yang buat insecure, takut berlebihan itu bukan harta, tapi perbuatan mereka. Taat pastinya buat tenang, dan dosa itu membuat insecure

Cek di dalam Al-Qur’an, Allah sampaikan, mereka yang banyak mencela, mencari kesalahan, memaki dan mengolok-olok itu juga para penumpuk harta, yang selalu insecure dengan hartanya, makin ditumpuk, makin dia merasa kurang dengan apa yang dia miliki

Begitu juga Fir’aun, kekuasaan yang panjang justru membuatnya ingin terus berkuasa, walaupun itu berarti ia harus mengerahkan segala cara untuk memastikan tak ada satupun yang bisa menggantikannya. Meski harus menyembelih tiap bayi lelaki. semua karena insecure

Insecure memang absurd. Ia membuat manusia mabuk dunia, panik, dan tega untuk melakukan hal segila, dan sesadis apapun, persetan dengan logika dan kemanusiaan, apalagi keadilan. Siapapun yang dianggap membuat insecure, akan dilibas, dan akan dikriminalisasi

Jadi ini bukan tentang muamalah dinar dan dirham, bukan tentang organisasi yang sewenang-wenang, bukan juga tentang pelanggaran protokol kesehatan, bukan pula tentang radikalisme dan anti-NKRI, jauh dari bahasan intoleransi atau anti-Pancasila. Tapi ini semua kepanikan ini tentang INSECURITY

Segala kedzaliman tanpa tedeng aling-aling ini hasil dari PANIK, dan panik itu hasil dari INSECURE, penyebab insecure adalah MAKSIAT. Karena ketenangan takkan Allah berikan pada mereka yang mengabaikan tuntunan Allah

Yang Ini Juga Keren  Ngaji Itu Penting, Sahabatku!

Seperti yang Allah sampaikan di Al-Qur’an, bahwa mereka yang INSECURE itu mengira, bahwa dunia bisa mengamankan mereka, dan bahwa segalanya tak ada akhirnya, bahwa mereka bisa lepas dengan semua kedzaliman mereka. Well, let see 🙂🙂🙂

Ustadz Felic Siauw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *